Gambar: Monev PTIK

  • Bagikan

Banjarmasin (29/09/2023) - Program Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan program pengembangan SDM oleh Kementerian Kominfo dan merupakan bagian dari Program Prioritas Nasional yang sudah ada sejak 2016. Disampaikan oleh Plt. Kepala BPSDMP Kominfo Banjarmasin, Syarifuddin S.Sos.,MA. di pembukaan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pengenalan TIK bagi Disabilitas 29 September 2023 di Harper Hotel, Banjarmasin. Di tahun 2023 ini BPSDMP Kominfo Banjarmasin telah melaksanakan pelatihan yang berfokus hanya pada disabilitas dengan mengambil tema “Bermedia Digital bagi Disabilitas”, dari target 100 orang, BPSDMP Kominfo Banjarmasin telah melaksanakan lebih dari target.yang dilaksanakan.

Sejalan dengan program kerja tersebut, Biandina Meidyani, PIC PTIK BPSDMP Kominfo Banjarmasin menjelaskan bahwa tahun ini anggaran 166.482.000 untuk semua rangkaian kegiatan. Jumlah peserta 125, Laki-laki 78, Perempuan 47. Tahun ini dilaksanakan di Kalsel dan Kalteng. Peserta paling banyak dari Tuna Rungu, dilanjutkan Down Syndrome dan Tuna Daksa.


hn8PJy8c-DANCAIiXL-hVuyro6ozmD9IxPvhHRhaAv8dt04Y1h1VYqsgRCeKfiBvNrzTWBHHG15q-UKLuaPrp3iPSS-DwaRAXzlh2bjRiD8ClOJEp--gkBAD6Zvuh0KVKFQeHNk66Sz2nUq7NcC-yus

Biandina juga menjelaskan mengenai timeline kegiatan PTIK yang dilaksanakan oleh BPSDMP Kominfo Banjarmasin, yaitu pertama dilaksanakan di Banjarbaru pada 2-3 Februari 2023, Peserta berasal dari Teras Inklusi Banjarbaru dan PPID Banjarmasin. Kegiatan kedua 13-14 Februari di Samarinda, kerja sama dengan PPID Kalimantan Timur. Kegiatan ketiga, 17 Maret 2023 di Banjarmasin bekerja sama dengan SLB Negeri 3 Banjarmasin, 25 siswa mengikuti pelatihan di BPSDMP KOMINFO Banjarmasin.

Completion peserta PTIK 100%, semua peserta mengikuti pre-test dan post-test. Terjadi peningkatan antara pre test dan post test. Semua peserta berhak mendapatkan sertifikat pelatihan.” jelas Biandina.

Hadir sebagai narasumber, Monry Fraick N.G. Ratumbuysang yang merupakan pengajar PTIK, menjelaskan bahwa peserta disabilitas Banjarmasin termasuk sangat aktif dalam mengikuti kegiatan dan keinginikutsertaan peserta di luar sangat tinggi. Sehingga diperlukan adanya pemetaan kembali mengenai kemampuan dan ketercapaian peserta pelatihan, serta untuk menentukan tema pelatihan kedepannya.

"Diharapkan peserta bukan hanya disablitas senior namun juga memfasilitasi disabilitas kalangan anak sekolah. Diharapkan peserta juga berasal dari Guru Pendamping Khusus karena mereka yang bersentuhan langsung dengan disablitas kalangan anak sekolah" jelas Monry.

Dedy Priansyah, yang juga merupakan pengajar PTIK menyampaikan bahwa lokasi dan lingkungan fisik dapat membatasi akses penyandangan disablitas ke layanan teknologi. "Sebagian penyandang disabilitas mengalami kesulitan dalam menggunakan teknologi karena keterbatasan fisik mereka saat pelatihan. Harapannya, akan ada pelatihan materi lanjutan tingkat intermediate atau advance semisal pelatihan dan sertifikasi kompetensi BNSP untuk kerja" ungkapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Faudinia Rahmah, trainer PTIK, menjelaskan bahwa peserta disabilitas sudah sangat antusias dan banyak bertanya serta sharing terkait media digital, sehingga merekomendasikan untuk dapat menambah kuota peserta dan proses pengajaran lebih bervariatif tidak hanya teori tapi juga praktik.

Dengan adanya monitoring dan evaluasi Pengenalan TIK bagi disabilitas yang melibatkan komunitas ini, terdapat beberapa evaluasi dan rekomendasi yang bisa dilaksanakan di tahun selanjutnya sebagai program kerja 2024 sehingga pelatihan ini bisa benar-benar ramah disabilitas.


Label
disabilitas, bpsdmp kominfo banjarmasin, pengenalan tik